Madrasah Tsanawiyah (MTs)

Madrasah Tsanawiyah Tapak Sunan mulai beroperasi sejak tahun 1993 dengan akreditasi A (baik sekali) MTs Tapak Sunan berupaya menciptakan peserta didik yang tidak hanya menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, tetapi juga berakhlak mulia dalam berilmu.

 

Kurikulum

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan  satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa serta akhklak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa  yang diatur dengan undang-undang.

Sistem Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efesiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan  tuntutan perubahan  kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana dan berkesinambungan.

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Perkembangan pengetahuan dan teknologi dewasa ini berdampak pada perubahan di segala bidang. Arus informasi yang semakin cepat dan tak terbendung mengakibatkan dunia semakin mengglobal. Perubahan tersebut terjadi di semua sektor kehidupan, yaitu sektor perekonomian, poltik, agama, sosial, dan budaya yang perlu mendapat respon dari semua elemen masyarakat.

Penyelenggaraan pendidikan perlu memperhatikan keragaman budaya, suku, agama, dan adat-istiadat peserta didik. Kurikulum yang dikembangkan harus mampu mengangkat keragaman dan potensi daerah dengan mengacu pada ketercapaian standar nasional pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran sebagai aktualisasi dari kurikulum harus bermuara pada ketercapaian kemampuan sinergis yang meliputi beberapa domain: pengetahuan (penguasaan dan penerapannya), keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diaktualisasikan dalam kehidupan peserta didik secara berulang melalui kebiasaan berpikir dan bertindak. Sekolah perlu mengondisikan agar setiap peserta didik berperan sebagai penghasil, pelaku, pengkritisi, dan penyempurna gagasan.

Keluarnya PP. No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengisyaratkan bahwa penyelenggaraan pendidikan perlu mengacu pada delapan standar nasional, diantaranya adalah Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Berkaitan dengan hal tersebut perlu disusun suatu kurikulum yang mampu mengoptimalkan semua potensi sekolah dan daerah dengan berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan yang mengacu kepada ketercapaian Standar Nasional Pendidikan.

Rendahnya mutu pendidikan dewasa ini tidak terlepas dari kurang sadarnya berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pendidikan. Kenyataan di MTs Tapak Sunan menunjukkan kualitas hasil belajar siswa yang masih rendah. Hal ini terlihat dari hasil semester setiap jenjang kelas. Menyikapi hal ini perlu dilakukan inovasi-inovasi yang mampu meningkatkan hasil belajar yang maksimal. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah menyusun kurikulum yang mampu mewadahi semua warga sekolah untuk mengembangkan potensi diri.

Berdasarkan hal di atas, MTs Tapak Sunan menyusun kurikulum sekolah yang berpedoman pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah serta Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 tahun 2006, yang selanjutnya kurikulum tersebut diberi nama “Kurikulum MTs Tapak Sunan,” yaitu kurikulum yang dikembangkan dengan memperhatikan dan menghargai keragaman karakteristik peserta didik, keragaman budaya, suku, dan adat-istiadat, serta potensi daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional untuk membangun kehidupan bermasyarakaat, berbangsa, bernegara dan beragama.

Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, yang meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum  ini  disusun   dan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :

  1. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. belajar untuk memahami dan menghayati,
  3. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
  4. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
  5. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Komponen KTSP terdiri atas:

  1. Tujuan Pendidikan Sekolah
  2. Struktur dan Muatan Kurikulum
  3. Kalender Pendidikan
  4. Silabus
  5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

Landasan

  1. Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 Alinea 4 dan Pasal 31 Undang   Undang Dasar 1945.
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  4. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi
  5. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan
  6. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas 22  dan 23 Tahun 2006
  7. Permendiknas Nomor 6 Tahun 2007, tentang perubahan permen Nomor 24 Tahun 2006
  8. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi guru
  9. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007, tentang Standar Pengelolaan pendidikan oleh satuan Pendidikan
  10. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007, tentang Standar Penilaian Pendidikan

 

Tujuan Pengembangan KTSP

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Tujuan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di MTs Tapak Sunan,  adalah sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan agar sekolah memiliki arah yang jelas dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun MTs Tapak Sunan memberi ruang yang cukup bagi peserta didik meningkatkan iman dan takwa serta memilki akhlak yang mulia.

Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu,  kurikulum yang disusun MTs Tapak Sunan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

Potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Kurikulum MTs Tapak Sunan memberi muatan yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi daerah melalui mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri yang mampu mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan potensi, bakat, minat, sehingga lulusannya diharapkan dapat melanjutkan ke jenjang  pendidikan yang lebih tinggi juga dapat mendukung pengembangan potensi daerah.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Kemajuan IPTEK dan Seni yang begitu cepat menimbulkan dampak global yang mempengaruhi pola kehidupan, sehingga pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEK yang relevan dan kontekstual. Oleh karena itu kurikulum MTs Tapak Sunan mengembangkan muatan kurikulum secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, Kurikulum MTs Tapak Sunan mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan peserta didik sehingga dapat ikut berperan memelihara persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

Kurikulum MTs Tapak Sunan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat Kota  dan menunjang kelestarian keragaman budaya  Jakarta,  serta  menumbuhkan penghayatan dan apresiasi pada budaya  Jakarta yang menjadi bagian kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Kesetaraan Jender

Kurikulum MTs Tapak Sunan sesuai dengan misinya diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan merata dengan memperhatikan kesetaraan jender, sehingga setiap peserta didik diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dalam proses belajar mengajar.

Karakteristik satuan pendidikan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di MTs Tapak Sunan dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas MTs Tapak Sunan.

Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,   bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Visi MTs Tapak Sunan

Kurikulum yang disusun Satuan Pendidikan MTs Tapak Sunan adalah untuk menyesuaikan program pendidikan dengan potensi yang ada di sekolah. Sekolah sebagai unit terkecil penyelenggara pendidikan telah memperhatikan perkembangan peserta didik dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu antara lain meliputi: (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan informasi serta pengaruhnya terhadap pola hidup manusia, (3) pengaruh globalisasi terhadap perubahan pola perilaku dan moral manusia, (4) perubahan kesadaran orangtua dan masyarakat terhadap pendidikan, (5) kesiapan sumber daya pendidikan dalam menjawab persaingan global. Untuk itu MTs Tapak Sunan merumuskan visi sebagai berikut:

 

Terwujudnya peserta didik yang beriman, berilmu, terampil, mandiri dan berakhlak mulia

Indikator Visi:

  1. Berperan aktif dalam kegiatan keimanan dan ketakwaan
  2. Unggul dalam prestasi akademik
  3. Unggul dalam prestasi nonakademik
  4. Bermanfaat dan ramah lingkungan
  5. Terampil mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Misi MTs Tapak Sunan:

  1. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
  2. Mencetak sumber daya manusia yang berguna bagi seluruh lapisan masyarakat
  3. Mengembangkan dakwah Islamiyah
  4. Membekali siswa dengan berbagai keterampilan

 

Tujuan Sekolah

Pada tahun pelajaran 2011/2012 diharapkan:

  1. Terlaksananya aktifitas keimanan dan ketakwaan secara rutin
  2. Terwujudnya warga sekolah yang berakhlak mulia
  3. Terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan
  4. Terciptanya lingkungan yang tertib, bersih, indah, nyaman dan kondusif
  5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik.